KOTA BEKASI, Derapdetik.com – Pada saat Derapdetik.com menyambangi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Kota Bekasi, pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 13.30 WIB, terpantau di ruang tunggu (Lobby) nampak ratusan tumpukan wadah makanan (food tray) yang digunakan dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) atau biasa disebut ompreng MBG.

Tak hanya itu, salah satu guru yang enggan disebutkan namanya dan beberapa pelajar di Sekolah tersebut terlihat sedang memindahkan makanan dari ompreng MBG ke plastik serta memilah-milahnya.
Guru tersebut mengatakan makanan ini dikumpulkan untuk diberikan nantinya kepada yang membutuhkannya di luar sekolah.
“Sayang pak kalau sampai terbuang, makanan ini tidak dimakan karena banyak siswa tidak memakannya dan juga hari ini banyak siswa tidak masuk sekolah, dari pada mubazir kita berikan kepada yang membutuhkan hitung-hitung shodaqoh,” ujarnya kepada Derapdetik.com.
Saat awak media bertanya kepada guru tersebut apakah setiap hari sebanyak ini MBG yang tidak di makan, beliau menjawab
“Iya pak tiap hari banyak MBG tidak dimakan oleh siswa dengan jumlah yang bervariasi”, jelas guru tersebut.
Disamping itu terlihat beberapa pelajar SMPN 11 Kota Bekasi sedang membantu memilah-milah makanan dari Ompreng MBG (Food Tray) kedalam plastik yang menurut keterangan dari guru piket saat itu akan dibagikan ke murid-murid yang membutuhkan sedangkan nanti apabila ada sisa MBG akan dikembalikan ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG.
Perlu diketahui bersama, manfaat utama MBG (Makan Bergizi Gratis) bagi siswa adalah meningkatkan kesehatan fisik, konsentrasi, dan prestasi belajar karena asupan gizi terpenuhi, yang berdampak pada peningkatan semangat, kehadiran di sekolah, dan pembentukan karakter positif, serta mengurangi beban ekonomi keluarga karena tak perlu lagi khawatir soal bekal. Program ini juga menanamkan kebiasaan makan sehat dan mempererat kebersamaan di sekolah.
Kepala SMPN 11 Kota Bekasi, Bapak Munajam hingga berita ini diterbitkan belum menjawab pesan WhatsApp dari awak media Derapdetik.com untuk diminta penjelasan terkait MBG yang tersisa tersebut.
Melihat makanan yang tersisa ini, siapakah yang harus disalahkan pihak sekolah atau pemerintah.
(mr/red)
