KOTA BEKASI, Derapdetik.com – Penyelamatan generasi muda dari ancaman disintegrasi moral dan hukum akibat pergaulan bebas terus digelorakan secara masif oleh jajaran Polsek Bantargebang. Mengingat usia SMK merupakan fase krusial pencarian jati diri, kepolisian memandang perlu memberikan pendampingan psikologis dan hukum yang intensif. Langkah ini ditujukan untuk meminimalisir keterlibatan anak sekolah dalam aksi tawuran dan geng motor.

Giat pembinaan intensif ini diselenggarakan pada Kamis (16/7/2026) pagi sejak pukul 07.00 WIB. Lokasi pembekalan bertempat di kompleks SMKN 15 Kota Bekasi yang berada di lingkungan RT 03/08, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Guna memaksimalkan penyampaian materi, jajaran Unit Binmas menerjunkan Iptu Kasim yang didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Padurenan Aipda Mugiyono.
Di hadapan para siswa baru, Iptu Kasim menyampaikan orasi ilmiah kamtibmas yang mengajak seluruh pelajar untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum. Materi inti difokuskan pada pengenalan bahaya narkoba bagi kelangsungan masa depan fisik dan mental, pentingnya saling menghargai perbedaan, serta pembentukan karakter disiplin. Siswa juga dibekali pemahaman untuk menjadi pelopor penolak aksi bullying.
Kegiatan interaktif ini berhasil meningkatkan pemahaman hukum para siswa secara signifikan serta memicu komitmen bersama untuk menjaga reputasi baik sekolah. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menegaskan bahwa pembinaan rutin ke sekolah-sekolah akan terus dipertahankan demi menjaga kondusivitas wilayah. Seluruh rangkaian agenda MPLS ini berjalan aman, tertib, dan lancar.
(mr/rls)
