KOTA BEKASI, Derapdetik.com – Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana turun langsung meninjau kondisi sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga slum area yang tinggal di sekitar lokasi.

Peninjauan dilakukan pada Kamis (6/8/2026) di Kp. Ciketing Tur RT 01/RW 05, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang. Kapolres didampingi para Pejabat Utama Polres Metro Bekasi Kota dan Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi.

“Hari ini saya meninjau dan mengecek kondisi di sekitar TPST Bantargebang. Kita berdialog dengan warga di slum area, kemudian menyalurkan bantuan dari Bapak Kapolda Metro Jaya bagi warga di sekitar TPST,” ujar Kombes Pol. Putu.
Bantuan berupa paket sembako diserahkan langsung kepada warga. Warga slum area Bantargebang tampak antusias menerima bantuan tersebut.
Selain itu, Kapolres juga meninjau sekolah tempat pendidikan anak-anak yang tinggal di kawasan Bantargebang.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolres menyoroti kebijakan baru mulai Agustus 2026 dimana TPST Bantargebang sudah tidak menerima sampah yang belum diolah terlebih dahulu.
“Berdasarkan pengamatan kami, volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang berkurang drastis. Jumlah truk pengangkut juga berkurang sekitar 20%,” jelasnya.
Namun demikian, ia menemukan persoalan lain dari Satlantas Polres Metro Bekasi Kota. Beberapa kali terjadi insiden kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan licin akibat rembesan air lindi dari truk pengangkut sampah.
“Ini akan kita perbaiki. Kita akan berdialog dengan Wali Kota dan mengerjakannya bareng-bareng dengan Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan, Pengelola TPST, dan Polres Metro Bekasi Kota,” tegasnya.
Kapolres juga menegaskan akan mengecek beberapa titik rawan untuk mengantisipasi potensi kebakaran di area pembuangan dan mitigasi bencana seperti longsor sampah yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
“Kita sudah memasuki musim kemarau. Risiko kebakaran bisa terjadi baik di slum area maupun di TPST itu sendiri. Kita akan mengedukasi warga dan melatih kesiapsiagaan petugas agar apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan bisa segera diantisipasi,” pungkasnya.
(mr/rls)
