KOTA BEKASI, Derapdetik.com – Usai kegiatan “Jaga Pelajar” bersama Polres Metro Bekasi Kota, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat Dr. Hj. Rina Parlina, S.IP., M.M. menyampaikan kebijakan terkait pembatasan penggunaan gawai (gadget) bagi pelajar di sekolah, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut sudah diterapkan di seluruh sekolah di wilayah KCD III dan memberikan dampak positif yang signifikan.
“Kami sudah lakukan pembatasan gadget bagi sekolah-sekolah dan ini sangat berdampak, karena ternyata beberapa hal negatif itu bisa muncul dari gadget. Kami meminta semua sekolah yang ada di wilayah KCD III agar gadget anak-anak dikumpulkan saat pembelajaran dan hanya diberikan pada saat jam pulang sekolah,” ujar Rina.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Kota Bekasi Dr. Dedi Suryadi, S.Pd., M.M. yang juga selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Bekasi mengatakan, hasil evaluasi dari para guru dan praktisi pendidikan menunjukkan bahwa penggunaan HP saat belajar sangat mengganggu konsentrasi.
“Berdasarkan evaluasi dari para guru, kepala sekolah, dan pejabat dinas, siswa yang pada saat belajar diperbolehkan memegang HP atau gadget akan mengganggu konsentrasi belajar. Bahkan mungkin ada siswa yang curi-curi membuka handphone untuk mencari hal lain, padahal seharusnya fokus menyerap pengetahuan dan menumbuhkan karakter yang baik,” kata Dedi.
Ia menjelaskan, saat ini seluruh sekolah di Kota Bekasi telah mengimplementasikan Surat Edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang pembatasan gadget di sekolah.
“Siswa diperbolehkan membawa HP, tapi pada saat jam pembelajaran dimulai, HP disimpan di depan kelas. Ada lemari khusus, bahkan ada tempat penitipan. Setelah belajar selesai, baru HP bisa diambil untuk dibawa pulang,” jelasnya.
Menurutnya, hasil dari kebijakan tersebut sangat luar biasa.
“Ternyata setelah dilakukan itu luar biasa dampaknya, anak lebih fokus mengikuti pembelajaran dan lebih aktif dalam mengembangkan diri serta menumbuhkan keterampilan. Saya yakin dengan pembatasan gadget di sekolah ke depan akan semakin meningkatkan prestasi siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan,” tegasnya.
“Harapannya ke depan semakin meningkatkan kualitas kelulusan dan meningkatkan jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri favorit,” tutupnya.
(mr/red)
