KOTA BEKASI, Derapdetik.com – Pada sore hari ini Selasa (17/2/2026) Gubernur Jawa Barat H.Dedi Mulyadi, S.E, M.M., bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P, M.S.i, meresmikan langsung Ruang Terbuka Publik (RTP) Padurenan, Kota Bekasi. Peresmian ini ditandai dengan olahraga bersama pertandingan eksibisi antara Tim Gubernur melawan Tim Wali Kota Bekasi di lapangan sepak bola yang baru saja direnovasi.

Acara peresmian ini dihadiri oleh deretan pejabat penting, di antaranya Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Cahyono, S.E., M.M, Danrem 051/Wkt Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso. S.E., M.M, dan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro S.H S.I.K M.H, Danyon Armed 7/Biringgalih Letkol Arm Vicky H.M., S.E., M.H.I.. serta para OPD Pemerintah Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat.

Disela acara peresmian RTP, Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H, M.I.Pol, kepada awak media mengungkapkan bahwa pekerjaan ini merupakan hasil kolaborasi melalui anggaran Pemprov Jabar yang dikerjakan secara Karya Bakti dan padat karya oleh Kodim 0507/Bekasi.
Diharapkan dengan hadirnya RTP Padurenan ini menjadi ruang interaksi bagi keluarga di Kota Bekasi untuk saling memasyarakatkan keluarga dan mempererat silaturahmi melalui olahraga dan kegiatan positif lainnya.
Keunggulan utama dari RTP Padurenan ini adalah lapangan sepak bolanya yang menggunakan rumput standar nasional bahkan standar FIFA. Menariknya, rumput ini didatangkan langsung dari Malang untuk memastikan kualitas terbaik bagi warga Bekasi.
“Rumput ini standar FIFA, sudah dipakai untuk U-17. Kemarin kita kirim dari Malang karena stok di Pangandaran habis. Proses penanamannya dilakukan secara manual sejak akhir November hingga Januari,” ujar Kolonel Krisrantau.
Setelah melalui masa pemeliharaan pasca-tanam, lapangan tersebut kini siap digunakan dan sudah diuji coba langsung oleh Gubernur, Pangdam, dan Wali Kota Bekasi dalam laga persahabatan.
Dalam pesannya, Dandim menekankan pentingnya keberlanjutan aset publik ini. Meskipun aset telah diserahkan dari Pemprov Jabar kepada Badan Aset Kota Bekasi, pemeliharaan yang berkesinambungan menjadi kunci agar fasilitas tidak cepat rusak.
“Membangun itu mudah, tantangannya adalah merawat. Pemeliharaan rumput dan lapangan ini tidak murah, sehingga ke depan perlu anggaran khusus dan pengaturan tanggung jawab yang jelas, baik di tingkat kota maupun kecamatan,” tegasnya.
Warga masyarakat juga diharapkan terlibat dalam pengelolaan lapangan ini secara terbuka, agar rasa memiliki terhadap fasilitas publik ini semakin kuat.
(mr/red)
