Miris …Predikat WBK dan WBBM Satpas Polres Metro Bekasi Kota Masih Marak Calo

Silakan Bagikan

KOTA BEKASI, Derapdetik.com – Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Metro Bekasi Kota masih marak Calo. Sekitar lima (5) tahun lalu tepatnya bulan September 2021, viral surat terbuka Pegiat anti korupsi Saudara Emerson Yuntho kepada Presiden Jokowi untuk Pembenahan Satpas SIM dan Samsat terkait Praktik Pencaloan dan Pungutan liar (Pungli) . Pada saat itu Menkopolhukam Mahfud MD merespon untuk menunjukkan Satpas yang melakukan praktik Pungli dan Calo. Dengan viralnya surat terbuka tersebut Semua Satpas dan Samsat berbenah diri melakukan perbaikan pelayanan di Satpas SIM.

Perlu diketahui sebagai informasi Polres Metro Bekasi Kota ini Polres penyandang Predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) .

Namun sangat disayangkan meskipun Polres Metro Bekasi Kota menyandang predikat WBK dan WBBM masih terjadi praktik pencaloan di Satpas SIM Polres Metro Bekasi Kota , Hal ini diungkapkan oleh Pemohon perpanjang SIM seorang ibu Pengemudi Ojek online (ojol) dimana pada tanggal (18/3/2026) saat mau memperpanjang SIM dia sudah ditodong Calo di depan SATPAS Polres Metro Bekasi Kota.

“Saya sangat sedih dan shock dari gerbang sudah di todong banyak calo, perpanjang SIM mahal banget Rp 280.000 saya sampai gadein laptop anak bang “, ungkapnya ke awak media melalui chat aplikasi tiktok.

“Sepertinya ada permainan Calo SIM dengan Oknum polisi “, tambahnya.

Sehari setelah peristiwa yang dialami driver Ojol, awak media memberitahukannya kepada Kapolres Metro Bekasi Kota melalui Chat Wa namun tidak ada tanggapan, Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya malah meminta foto dan nama calonya bukan penertiban dan pembenahan yang dilakukan.

Awal bulan Mei 2026 ini kembali driver Ojek Online (Ojol) menceritakan keluhannya kepada Awak media, sebut saja G selaku Pemohon Perpanjangan SIM yang gagal perpanjang SIM melalui Aplikasi Polri setelah lulus tes kesehatan, psikologi dan sudah melakukan pembayaran tapi ditolak perpanjangannya dan pengembalian dana tersebut dipotong hampir separuh dari total yang telah dibayarkan melalui metode pembayaran di aplikasi Polri tersebut.

Tak hanya itu, saat Pemohon ke SATPAS Polres Metro Bekasi Kota untuk mempertanyakan kenapa ditolak perpanjangan SIM dan dananya terpotong besar sekali, SATPAS SIM sudah tutup. Tiba-tiba seseorang yang diduga Calo menawarkan pembuatan SIM Baru dengan biaya sebesar Rp 650.000 .

“Kami ditawarkan Pembuatan SIM Baru Rp 650.000, kami tawar apa bisa kurang? bisa Rp 600.000. Tapi tidak jadi bang karena mahal saya masih pikir-pikir dulu, kalau urus sendiri saya ragu, takut gagal saat uji praktik berkendara karena sulit praktiknya, pengalaman saya dulu saat awal bikin SIM karena uji praktiknya susah saya bayar ke petugas didalam pada akhirnya saya lulus”, ungkap G kepada awak media Derapdetik.com.

Atas beberapa kejadian ini, kedua Pemohon SIM tersebut berharap ada Pembenahan di Satpas SIM, khususnya Satpas Polres Metro Bekasi Kota bisa bersih dari Praktik Calo.

 

 

(mr