KOTA BEKASI, Derapdetik.com – Sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), saya Dr. H. Suryanto, menyatakan dukungan penuh kepada Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Jenderal Polisi Asep Edi Suheri, untuk diangkat menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dukungan ini berdiri di atas data yang valid, bukan sekadar opini, dan kebutuhan Polri yang humanis serta profesional.
Komjen Asep Edi Suheri adalah perwira tinggi yang lahir dari rahim reserse sejati. Lulusan Akpol 1994 asal Tasikmalaya ini telah melewati semua jenjang dengan keringat. Mulai dari Kapolres Cirebon Kota, Kapolres Sukabumi, Kapolresta Metro Tangerang, hingga Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Dia bukan jenderal karbitan, dia jenderal yang ditempa kasus besar bangsa.
Bangsa ini masih ingat ketika kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo membuat kepercayaan publik hancur. Saat itulah Asep Edi Suheri sebagai Dittipidsiber dan kemudian Wakabareskrim berada di garda depan membongkar rekayasa CCTV dan jejak digital yang ditutup-tutupi. Keberanian inilah yang dibutuhkan Polri hari ini.
Prestasi terbesarnya yang datanya tidak bisa dibantah adalah ketika ia memimpin Satgas Penanggulangan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) Polri sejak 21 September 2023 hingga 9 Juli 2024. Ini adalah atensi langsung Presiden Jokowi dan Kapolri saat itu.
Berdasarkan rilis resmi Tribratanews Polri dan konferensi pers di Bareskrim 9 Juli 2024, Satgas P3GN di bawah komando Irjen Asep Edi Suheri berhasil menangkap sebanyak 38.194 tersangka dari 26.048 laporan polisi. Rinciannya jelas: 31.880 tersangka dalam proses penyidikan dan 6.314 tersangka dalam proses rehabilitasi. Ini adalah pengungkapan terbesar dalam 10 bulan.
Barang bukti yang disita fantastis dan menyelamatkan generasi bangsa. Sabu seberat 4,4 ton, ekstasi sebanyak 2.618.471 butir, ganja 2,1 ton, kokain 11,4 kg, tembakau gorilla 1,28 ton, ketamin 32,2 kg, heroin 86 gram, dan obat keras sebanyak 16.704.357 butir. Dari pengungkapan ini, Polri berhasil menyelamatkan 42,8 juta jiwa dari bahaya narkoba.
Ketika dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya pada 5 Agustus 2025, dia langsung membuat sejarah. Pada 13 Mei 2026, berdasarkan Keppres Nomor 38/Polri/Tahun 2026, pangkatnya naik menjadi Komjen atau bintang tiga. Pertama kali dalam sejarah Kapolda Metro berpangkat bintang tiga, disejajarkan dengan Pangdam Jaya atas arahan Presiden Prabowo.
Di Jakarta, ia tidak bekerja dengan gaya koboi, tetapi dengan gaya kolaboratif. Operasi Pekat Jaya dan Operasi Sikat Jaya digelar untuk memberantas tawuran, geng motor, dan premanisme. Pada April 2026, ia memberikan Pin Emas Kapolri kepada 8 anggotanya yang berhasil mengungkap jaringan internasional dengan barang bukti 516 kilogram sabu. Pemimpin besar adalah yang mengangkat anggotanya.
Pada 18 Desember 2025, ia mencatat Rekor MURI dengan menggelar Apel 1.000 Nelayan Kamtibmas di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Ia mengajak 1.000 nelayan menjadi mitra Polri menjaga laut, sekaligus membagikan 1.000 life jacket dan 1.000 paket sembako. Polisi yang dicintai adalah polisi yang menjaga perut rakyat kecil.
Puncaknya, pada 1 Juli 2026, Hari Bhayangkara ke-80, Polda Metro Jaya di bawah pimpinannya menerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah tanda kehormatan tertinggi untuk kesatuan Polri. Hanya pemimpin dengan kinerja luar biasa yang bisa membawa kesatuannya mendapat kehormatan dari Presiden.
Hari ini, 17 September 2026, ia kembali menggagas program revolusioner: Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar di Balai Sarbini. Program ini melanjutkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang sudah ada di 11 sekolah. Polisi ditempatkan bukan sebagai penakut, tetapi sebagai sahabat tempat curhat siswa. Ini pencegahan kejahatan sejak dini.
Kita butuh Kapolri seperti ini. Polri tidak lagi butuh jenderal yang hanya jago pidato, tetapi butuh jenderal yang paham siber, paham narkoba, paham jalanan, dan paham hati anak muda. Komjen Asep adalah Dittipidsiber, Wakabareskrim, dan Kapolda Metro. Paket lengkap untuk menghadapi kejahatan modern.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengabdi dengan baik. Program Presisinya telah meletakkan dasar. Namun regenerasi adalah keniscayaan. Estafet harus diberikan kepada sosok yang bersih, berprestasi dengan data 38.194 tersangka dan tidak punya beban masa lalu politik.
Sebagai wartawan, kami di PWRI melihat bagaimana ia memperlakukan media. Tidak anti kritik, tidak alergi wartawan. Di bawahnya, Bid Humas Polda Metro Jaya sangat terbuka. Ini penting, karena Kapolri adalah wajah Polri di mata publik. Wajah yang ramah akan menghasilkan Polri yang dipercaya.
Integritasnya juga teruji. Ia pernah menjadi Ketua Tim Operasi Nusantara Cooling System (NCS) yang menjaga netralitas Polri di Pemilu 2024. Ia mampu menjaga agar Polri tidak menjadi alat politik. Di tahun 2029 nanti, kita butuh Kapolri yang seperti itu, yang mampu menjaga demokrasi tetap sejuk.
Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan insan pers di seluruh Indonesia untuk bersatu mendukung Komjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Kapolri. Ini bukan soal kedekatan, ini soal masa depan keamanan nasional dengan bukti 42,8 juta jiwa yang telah diselamatkan.
Kepada Presiden Prabowo Subianto dan Komisi III DPR RI, kami titipkan harapan ini. Angkatlah putra terbaik bangsa yang telah membuktikan dirinya di darat, di laut, dan di dunia siber. Berikan kepercayaan itu kepada Komjen Asep Edi Suheri. PWRI berdiri tegak mendukungnya sebagai Kapolri masa depan untuk Indonesia Emas 2045.
(Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn, Praktisi Hukum/Akademisi/Ketum PWRI)
