SPMB Maung SMAN 1 Kota Bekasi Ricuh, Orang Tua Protes Nilai dan Klasemen Berubah

Silakan Bagikan

KOTA BEKASI, Derapdetik.com – Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan perubahan nilai dan masuknya kembali nama peserta di luar batas waktu verifikasi pada PPDB SMAN 1 Kota Bekasi jalur kompetensi non-akademik.

Salah satu orang tua yang anaknya berasal dari SMP Negeri 2 Babelan menyampaikan, nilai anaknya turun drastis dari 368,08 menjadi 317,08 dalam satu malam. Penurunan 51 poin itu membuat posisi anaknya berubah signifikan di klasemen.

“Padahal anak saya lulusan terbaik pertama di SMP. Sementara temannya yang tidak masuk 10 besar kemarin sudah keluar dari klasemen, tapi pagi ini masuk lagi di urutan 74,” ujarnya, Kamis [4/9/2026].

Ia menjelaskan, proses pendaftaran jalur tersebut berlangsung pada 25–29 Mei 2026. Tahap verifikasi dan validasi dijadwalkan *29 Mei–2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB*. Setelah waktu itu, seharusnya sistem masuk ke tahap uji kompetensi dan masa sanggah.

Namun yang terjadi berbeda dari timeline.

1. Tidak ada pergerakan hingga sore hari Rabu: Ia memantau sistem setiap 30 menit sejak Rabu pukul 05.15 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Posisi anaknya stabil di urutan 73 dan tidak ada perubahan data.

2. Verifikasi kembali muncul setelah maghrib: Setelah maghrib hari Rabu, sistem kembali menampilkan proses verifikasi dan data baru yang masuk.

3. Nilai dipotong 51 poin: Anaknya mengalami pemotongan nilai dari 368,08 menjadi 317,08 tanpa penjelasan tertulis.

Pihak SMAN 1 Kota Bekasi disebut menyampaikan bahwa perubahan itu terjadi karena _maintenance_ sistem. Penjelasan itu dinilai tidak konsisten oleh para orang tua.

“Kalau maintenance, seharusnya sistem secara keseluruhan. Kenapa hanya di jalur kompetensi non-akademik? Padahal sebagian besar orang tua yang datang ke sini anaknya masuk lewat jalur ini,” katanya.

Para orang tua juga mempertanyakan mengapa satuan pendidikan tidak mengambil kebijakan untuk menutup verifikasi sesuai timeline. Mereka menilai verifikasi dilakukan oleh pihak sekolah tujuan, sehingga sekolah seharusnya bisa menghentikan proses yang masuk setelah 2 Juni pukul 23.59 WIB.

“Kalau ada timeline tapi tidak dijalankan, buat apa ada jadwal? Uji kompetensi saja tidak diselenggarakan karena pihak sekolah menilai berkas yang di-upload sudah cukup. Tapi verifikasi masih berjalan sampai malam hari tanggal 3 Juni,” jelasnya.

Mereka meminta kehadiran kepala sekolah, pimpinan dari KCD, dan perwakilan Cabang Dinas untuk bertemu langsung dengan para orang tua murid. Tujuan pertemuan adalah meminta kejelasan soal pemotongan nilai dan proses verifikasi yang berjalan di luar jadwal.

Para orang tua khawatir kondisi ini berdampak pada mental dan psikis anak.

“Jangan sampai hal ini merusak karakter anak. Biarkan anak bersaing secara sehat sesuai aturan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Mewakili kepala SMAN 1 Kota Bekasi, Sukirman menjawab sejumlah keluhan orang tua terkait proses seleksi. Ia menegaskan SMAN 1 Kota Bekasi tidak memiliki kewenangan mengubah skor maupun urutan klasemen peserta. Seluruhnya dikelola otomatis oleh sistem dari Panitia Provinsi Jawa Barat.

“Jujur kami di Panitia Sekolah juga mengeluhkan sistem ini, karena sistem bukan kami yang pegang. Kami sama seperti Bapak/Ibu, posisinya sebagai user, sebagai pengguna sistem. Kami tidak punya akses untuk merubah skor, tidak punya akses untuk merubah urutan klasemen. Semua by system yang dikembangkan Tikomdik Provinsi Jawa Barat, Panitia Provinsi,” ujarnya.

Pendaftaran Tutup 29 Juni, Masuk Tahap Verifikasi Sekolah

Untuk timeline, pendaftaran PPDB dibuka 25–29 Juni. Setelah tanggal 29, sistem menutup pendaftaran baru.

“Close pendaftaran artinya setelah tanggal 29 tidak memungkinkan ada pendaftar baru. Pendaftar yang sudah masuk dari tanggal 25 sampai 29, datanya sudah masuk semua ke sistem untuk diverifikasi,” jelasnya.

Proses verifikasi dilakukan oleh tim verifikasi. Yang diperiksa adalah dokumen dan data yang sudah diunggah pendaftar ke sistem, disesuaikan dengan persyaratan tiap jalur.

Ada Dua Hasil Verifikasi

1. Data Sesuai: Jika dokumen memenuhi syarat, data pendaftar otomatis masuk ke daftar klasemen yang bisa diakses publik.

2. Data Belum Sesuai: Jika ditemukan ketidaksesuaian, tim verifikator memberikan catatan pada bagian yang perlu diperbaiki. Pendaftar dapat memperbaiki data selama masih dalam masa timeline pendaftaran.

“Ketika data tidak sesuai, akan kembali ke pendaftar dengan catatan agar diperbaiki pada saat masa timeline,” tambah panitia.

Terkait timeline berhubung banyak pendaftar di sekolah maung ketika lewat tanggal 2 Juni waktu verivikasi ditambah sampai 3 Juni pukul 02 lewat, ditanggal 3 Juni masih ada perbaikan verifikasi hingga pukul 21 lewat sudah tidak ada penambahan verifikasi,

“Perubahan skor yang terjadi dipagi ini itupun kami sudah komplain ke panitia provinsi  Jabar dan kami juga kaget kenapa bisa berubah karena perubahan tidak menyeluruh,” pungkasnya.

 

 

 

(mr/red)